Sabtu, 05 Desember 2015

laporan pengujian larutan elektrolit dan non elektrolit



PENGUJIAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

                                 
Oleh Kelompok :

 Ainun Na’im
Devy Anggita
Dewi Rizki Ilna N.
Elfa Karimah
Imam Bastomi
Robby Maulana Abrori
Sinta Widya Sari


Guru Pembimbing: Ibu Siti Choiriyah (kimia)



PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NEGERI 1 MOJO
APRIL 2015
Jl.Tambangan, No.16 Mlati-Mojo-Kediri Telp.: (0354) 47691




KATA PENGANTAR
                                           
          Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan pertolongan-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENGUJIAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT” dalam rangka untuk memenuhi tugas kimia kami. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami hadapi dalam proses pengerjaannya, tapi kami berusaha menyelesaikan tugas ini.
Dengan selesainya tugas ini, kami ingin meyampaikan rasa terima kasih kepada:
1.      Ibu Siti Choiriyah S.Pd selaku guru pembimbing.
2.      Semua pihak yang ikut dalam pengerjaan tugas ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena terbatasnya pengetahuan kami. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Demikian yang dapat kami sampaikan, kami berharap bahwa ini dapat menambah wawasan dan menjadi sumber referensi bagi pihak yang membutuhkannya.





Mojo, 6 April 2015




Penulis            



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR  …………………………………………………     i
DAFTAR ISI  ...…………………………………………………………     ii
BAB I PENDAHULUAN    
1.1.   Latar Belakang …………………………………………………     1
1.2.   Tujuan Percobaan ………………………………………………     1
1.3.   Landasan Teori …………………………………………………     1
BAB II METODOLOGI
       2.1 Alat dan Bahan Percobaan ……………………………………..     3
       2.2 Cara Kerja ………………………………………………………     3
BAB III DATA DAN PEMBAHASAN
3.1  Analisa data ……………………………………………………..    4
3.2  Pembahasan …………………………………………………….     4
BAB IV PENUTUP  
       4.1 kesimpulan ……………………………………………………..      5
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………..     6
LAMPIRAN




















BAB I
 PENDAHULUAN


1.1    LATAR BELAKANG
          Listrik sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Namun sebenarnya manusia juga dapat hidup tanpa listrik tetepi itu dulu, berbeda dengan sekarang. Karena pada zaman yang modern seperti ini apapun itu pasti menggunakan listrik. Tanpa ada listrik orang tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga sekarang keberadaan listrik saat ini sangat dibutuhkan.
          Arus listrik dihasilkan oleh aliran muatan listrik. Pada logam, arus listrik disebabkan oleh aliran elektron. Sedangkan pada larutan, arus listrik disebabkan oleh gerakan ion-ion ( partikel-partikel positif dan negatif). Oleh sebab itu penulis ingin membahas tentang larutan-larutan yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak dapat menghantarkan listrik.

1.2    TUJUAN PERCOBAAN
          Mengetahui gejala-gejala hantaran arus listrik dan daya hantarnya dalam berbagai larutan.

1.3    LANDASAN TEORI
          Listrik dapat dihantarkan oleh beberapa bahan, berdasarkan sifat dalam menghantarkan listrik suatu bahan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.  Konduktor / bahan yang dapat menghantarkan listrik (logam, besi)
b. Isolator / tidak dapat menghantarkan listrik (karet, kayu)
c.  Semi konduktor / pertengahan antara konduktor dan isolator (silokon, germanium, karbon).
          Begitu pula dengan larutan. Berdasarkan daya hantar  listrik,  Larutan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.  Larutan elektrolit
                   Elektrolit berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pembawa listrik’.
Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena larutannya dapat terurai menjadi ion-ion. Ion yaitu partikel yang mengandung muatan listrik. Pada larutan elektrolit yang dilengkapi elektroda dan rangkaian listrik, ion-ion negatifnya (anion) bergerak menuju elektroda yang bermuatan positif (anoda) dan melepaskan elektron. Sedangkan ion-ion positif (kation) bergerak menuju elektroda yang bermuatan negatif (katoda) dan mengambil elektron.
          Larutan elektrolit dibedakan atas :
1.      Elektrolit kuat
Daya hantar listriknya kuat. Gelembung banyak karena ion yang terbentuk banyak, sehingga terionisasi sempurna (α = 1) dan lampu dapat menyala terang.
α (derajat ionisasi) = molekul zat yang terurai / terionisasi
                                                molekul zat mula – mula
2.      Elektrolit lemah
Daya hantar listrk lemah. Sedikit gelembung karena hanya sebagian saja yang dapat terionisasi. (0 < α < 1).
b. Larutan Non-elektrolit
          Merupakan kebalikan dari larutan elektrolit. Larutan ini tidak dapat menghantarkan arus listrik karena larutannya tidak dapat terurai menjadi ion-ion serta tidak terdapat gelembung-gelembung sehingga lampu tidak menyala.
          Adapun jenis ikatan yang dimiliki oleh larutan non-elektrolit adalah ikatan kovalen. Ikatan kovalen terbentuk karena penggunaan bersama pasangan elektron. Ketika berada dalam larutan, senyawa kovalen tidak mengalami ionisasi, sehingga tidak ada ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik.




BAB II
METODOLOGI

2.1    ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN

2.1.1   Alat Percobaan
a.    Gelas Beker (100 ml)
b.     Sumber listrik(baterai)
c.    Kabel listrik
d.   Lampu kecil
e.    Batang karbon / elektroda

2.1.2   Bahan Percobaan
a. Hcl
b. Air garam
c. Air sabun
d.Air sungai
e. Larutan urea
f.  Cuka
g. Gula
h. Alkohol
i.   Kristal garam
j.   NaOH
k. Air sumur

2.2    Cara Kerja
1.      Bagi tugas antar anggota kelompok, hal ini untuk mempermudah dan
mempercepat percobaan.
2.      Siapkan sumber arus listrik yang akan digunakan dalam percobaan.
3.      Buatlah rangkaian yang menghubungkan bola lampu dengan sumber arus listrik.
4.      Isilah gelas beker dengan larutan yang akan diamati, kemudian masukkan batang karbon kedalam larutan tersebut.
5.      Susunlah rangkaian percobaan kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
6.      Catatlah jika lampu menyala atau timbul gelembung udara pada ujung batang karbon.
7.      Bersihkan batang karbon dengan air dan keringkan supaya batang karbon netral kembali.
8.      Ulangi kegiatan tersebut dengan berbagai larutan yang berbeda.


BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN

3.1 ANALISA DATA

Tabel Uji Coba Larutan :
No.
Larutan yang Diuji
Nyala Lampu
Gelembung Gas
Terang
Redup
Tidak Nyala
Banyak
Sedikit
Tidak Ada
1.
Hcl
ü   


ü   


2.
Air garam


ü   
ü   


3.
Air sabun


ü   

ü   

4.
Air sungai


ü   


ü   
5.
Larutan urea


ü   


ü   
6.
Cuka


ü   
ü   


7.
Gula


ü   
ü   


8.
Alkohol


ü   

ü   

9.
Kristal garam


ü   


ü   
10.
NaOH


ü   
ü   


11.
Air sumur


ü   


ü   

3.2  PEMBAHASAN
1.      Asam klorida / HCl termasuk larutan elektrolit kuat karena lampu menyala terang dan banyak gelembung
2.      Air garam seharusnya lampu menyala terang dan memiliki gelembung yang banyak dan termasuk elektrolit kuat, namun dalam percobaan yang kami lakukan larutan tidak menyala tetapi ada gelembung dan tergolong elektrolit lemah, ini mungkin terjadi karena kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
3.      Air sabun pada dasarnya lampu menyala terang dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum kami menunjukkan lampu tidak menyala. Mungkin terjadi karena kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
4.      Air sungai termasuk larutan non elektrolit karena lampu tidak menyala dan tidak terdapat gelembung.
5.      Urea  pada dasarnya termasuk elektrolit lemah, dan lampu tidak menyala serta ada gelembung, namun hasil praktikum kami tidak ada gelembung. Mungkin terjadi karena alat uji eletrolit kami masih kotor / belum netral.
6.      Asam cuka seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, namun hasil dari uji larutan kami menunjukkan lampu tidak menyala, ini mungkin terjadi karena kesalahan / kerusakan alat uji larutan.
7.      Air gula termasuk elektrolit lemah, lampu tidak menyala dan memiliki gelembung.
8.      Etanol (alkohol), lampu tidak menyala dan ada gelembung, termasuk elektrolit lemah.
9.      Kristal garam termasuk non elektrolit karena masih berupa kristal.
10.  NaOH seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum kami menunjukkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung. Ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah.
11.  Air sumur termasuk larutan non-elektrolit karena lampu tidak menyala dan tidak terdapat gelembung.

 BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
1.      Larutan NaCl yang dialiri arus listrik memiliki banyak  gelembung dan lampu menyala terang. Ini menunjukkan bahwa larutan NaCl termasuk elektrolit kuat.
2.      larutan gula gejala yang timbul adalah tidak adanya gelembung gas,dan lampu tidak menyala, sehingga larutan disebut larutan nonelektrolit.
3.      larutan  asam cuka gejala yang timbul adalah gelembung sedikit dan lampu menyala redup, sehingga larutan disebut larutan elektrolit lemah.
4.      Dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan dapat menghantarkan listrik apabila larutan tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas, tapi apabila ion-ion berbentuk rapat dan kuat, sehingga tidak dapat bergerak bebas maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik. Arus listrik pada kawat penghantar merupakan electron sedangkan arus listrik dalam larutan merupakan aliran muatan (ion-ion) dan HCL merupakan contoh dari larutan elektrolit kuat.          

Jawaban pertanyaan :
1.      Dari hasil percobaan, larutan manakah yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak ?
-          Larutan yang dapat menghantarkan listrik : Hcl, air garam, air sabun, air cuka, NaOH.
-          Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik : air sumur, kristal garam, air sungai, larutan urea, alkohol, air gula.
2.      Apa ciri-ciri larutan yang memiliki daya hantar tinggi?
-          Bohlam dapat menyala
-          Terdapat banyak gelembung
3.      Apa ciri-ciri larutan yang memiliki daya hantar rendah?
-          Bohlam tidak dapat menyala
-          Tidak terdapat gelembung
4.      Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
-          Adapun larutan elektrolit terdiri atas zat-zat elektrolit yang dilarutkan ke dalam air dan terurai menjadi ion. Ion-ion tersebut bergerak bebas (terionisasi). Dalam larutan, mereka berupa molekul yang bermuatan listrik. Itulah sebabnya mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.
5.      Apakah kesimpulan anda dari percobaan ini?
-          Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diambil keputusan bahwa :
1.      Larutan berdasarkan daya hantar listrik terbagi atas, larutan elektrolit dan non-elektrolit.
2.      Ciri – ciri larutan elektrolit adalah adanya gelembung gas dan lampu menyala.
3.       Ciri – ciri larutan non-elektrolit adalah lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
4.      Berdasarkan kekuatan daya hantar listrik, larutan dapat dibagi atas, elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit.



DAFTAR PUSAKA


Endang dan Tarti.2013.Kimia 1.Solo:PT Wangsa Jatra Lestari

Parning,dkk.2007.Kimia 1.Jakarta:Yudhistira.

Khamidinal,dkk.2006.Kimia.Yogyakarta:PT Pustaka Insan Madani


Tidak ada komentar:

Posting Komentar