PENGUJIAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Oleh
Kelompok :
Ainun Na’im
Devy Anggita
Dewi Rizki Ilna N.
Elfa Karimah
Imam Bastomi
Robby Maulana Abrori
Sinta Widya Sari
Guru
Pembimbing: Ibu Siti Choiriyah (kimia)
PEMERINTAH
KABUPATEN KEDIRI
DINAS
PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA
NEGERI 1 MOJO
APRIL 2015
Jl.Tambangan, No.16 Mlati-Mojo-Kediri Telp.: (0354) 47691
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan pertolongan-Nya,
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENGUJIAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT” dalam rangka untuk memenuhi tugas
kimia kami. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang
kami hadapi dalam proses pengerjaannya, tapi kami berusaha menyelesaikan tugas ini.
Dengan selesainya tugas
ini, kami ingin meyampaikan rasa terima kasih kepada:
1.
Ibu Siti Choiriyah S.Pd selaku guru pembimbing.
2.
Semua pihak yang ikut dalam pengerjaan tugas ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan karena terbatasnya pengetahuan kami. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun.
Demikian yang
dapat kami sampaikan, kami
berharap bahwa ini dapat menambah wawasan dan menjadi sumber
referensi bagi pihak yang membutuhkannya.
Mojo, 6
April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR
ISI ...………………………………………………………… ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang ………………………………………………… 1
1.2.
Tujuan Percobaan ……………………………………………… 1
1.3.
Landasan Teori ………………………………………………… 1
BAB II METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan Percobaan …………………………………….. 3
2.2 Cara Kerja ……………………………………………………… 3
BAB III DATA DAN PEMBAHASAN
3.1 Analisa
data …………………………………………………….. 4
3.2 Pembahasan
……………………………………………………. 4
BAB IV PENUTUP
4.1 kesimpulan
…………………………………………………….. 5
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….. 6
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Listrik sangat
bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Namun sebenarnya manusia juga dapat
hidup tanpa listrik tetepi itu dulu, berbeda dengan sekarang. Karena pada zaman
yang modern seperti ini apapun itu pasti menggunakan listrik. Tanpa ada listrik
orang tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga sekarang keberadaan listrik saat
ini sangat dibutuhkan.
Arus listrik dihasilkan
oleh aliran muatan listrik. Pada logam, arus listrik disebabkan oleh aliran
elektron. Sedangkan pada larutan, arus listrik disebabkan oleh gerakan ion-ion
( partikel-partikel positif dan negatif). Oleh sebab itu penulis ingin membahas
tentang larutan-larutan yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak dapat
menghantarkan listrik.
1.2
TUJUAN PERCOBAAN
Mengetahui
gejala-gejala hantaran arus listrik dan daya hantarnya dalam berbagai larutan.
1.3
LANDASAN TEORI
Listrik dapat dihantarkan oleh beberapa bahan, berdasarkan
sifat dalam menghantarkan listrik suatu bahan dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Konduktor
/ bahan yang dapat menghantarkan listrik (logam, besi)
b. Isolator
/ tidak dapat menghantarkan listrik (karet, kayu)
c. Semi
konduktor / pertengahan antara konduktor dan isolator (silokon, germanium, karbon).
Begitu pula dengan larutan. Berdasarkan daya hantar listrik,
Larutan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Larutan
elektrolit
Elektrolit
berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pembawa listrik’.
Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena larutannya dapat
terurai menjadi ion-ion. Ion yaitu partikel yang mengandung muatan listrik.
Pada larutan elektrolit yang dilengkapi elektroda dan rangkaian listrik,
ion-ion negatifnya (anion) bergerak menuju elektroda yang bermuatan positif
(anoda) dan melepaskan elektron. Sedangkan ion-ion positif (kation) bergerak
menuju elektroda yang bermuatan negatif (katoda) dan mengambil elektron.
Larutan elektrolit dibedakan atas :
1.
Elektrolit kuat
Daya hantar listriknya
kuat. Gelembung banyak karena ion yang terbentuk banyak, sehingga terionisasi
sempurna (α = 1) dan lampu dapat menyala terang.
α (derajat ionisasi) = molekul zat yang terurai / terionisasi
molekul
zat mula – mula
2.
Elektrolit lemah
Daya hantar listrk
lemah. Sedikit gelembung karena hanya sebagian saja yang dapat terionisasi. (0
< α < 1).
b. Larutan
Non-elektrolit
Merupakan kebalikan dari larutan elektrolit. Larutan ini tidak
dapat menghantarkan arus listrik karena larutannya tidak dapat terurai menjadi
ion-ion serta tidak terdapat gelembung-gelembung sehingga lampu tidak menyala.
Adapun jenis ikatan yang dimiliki oleh
larutan non-elektrolit adalah ikatan kovalen. Ikatan kovalen terbentuk karena
penggunaan bersama pasangan elektron. Ketika berada dalam larutan, senyawa
kovalen tidak mengalami ionisasi, sehingga tidak ada ion-ion yang dapat menghantarkan
arus listrik.
BAB II
METODOLOGI
2.1
ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN
2.1.1 Alat
Percobaan
a.
Gelas Beker (100 ml)
b.
Sumber listrik(baterai)
c.
Kabel listrik
d.
Lampu kecil
e.
Batang karbon / elektroda
2.1.2 Bahan
Percobaan
a. Hcl
b. Air
garam
c. Air
sabun
d.Air sungai
e. Larutan
urea
f. Cuka
g. Gula
h. Alkohol
i.
Kristal garam
j.
NaOH
k. Air
sumur
2.2
Cara Kerja
1.
Bagi tugas antar anggota kelompok, hal ini untuk mempermudah dan
mempercepat percobaan.
2.
Siapkan sumber arus listrik yang akan digunakan dalam percobaan.
3.
Buatlah rangkaian yang menghubungkan bola lampu dengan sumber arus
listrik.
4.
Isilah gelas beker dengan larutan yang akan diamati, kemudian
masukkan batang karbon kedalam larutan tersebut.
5.
Susunlah rangkaian percobaan kurang lebih seperti gambar di bawah
ini.
6.
Catatlah jika lampu menyala atau timbul gelembung udara pada ujung
batang karbon.
7.
Bersihkan batang karbon dengan air dan keringkan supaya batang
karbon netral kembali.
8.
Ulangi kegiatan tersebut dengan berbagai larutan yang berbeda.
BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
3.1 ANALISA DATA
Tabel
Uji Coba Larutan :
No.
|
Larutan yang
Diuji
|
Nyala Lampu
|
Gelembung Gas
|
||||
Terang
|
Redup
|
Tidak Nyala
|
Banyak
|
Sedikit
|
Tidak Ada
|
||
1.
|
Hcl
|
ü
|
ü
|
||||
2.
|
Air garam
|
ü
|
ü
|
||||
3.
|
Air sabun
|
ü
|
ü
|
||||
4.
|
Air sungai
|
ü
|
ü
|
||||
5.
|
Larutan urea
|
ü
|
ü
|
||||
6.
|
Cuka
|
ü
|
ü
|
||||
7.
|
Gula
|
ü
|
ü
|
||||
8.
|
Alkohol
|
ü
|
ü
|
||||
9.
|
Kristal garam
|
ü
|
ü
|
||||
10.
|
NaOH
|
ü
|
ü
|
||||
11.
|
Air sumur
|
ü
|
ü
|
||||
3.2 PEMBAHASAN
1. Asam
klorida / HCl termasuk larutan elektrolit kuat karena lampu menyala terang dan
banyak gelembung
2. Air
garam seharusnya lampu menyala terang dan memiliki gelembung yang banyak dan
termasuk elektrolit kuat, namun dalam percobaan yang kami lakukan larutan tidak
menyala tetapi ada gelembung dan tergolong elektrolit lemah, ini mungkin
terjadi karena kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
3. Air
sabun pada dasarnya lampu menyala terang dan ada gelembung, akan tetapi hasil
praktikum kami menunjukkan lampu tidak menyala. Mungkin terjadi karena
kesalahan pada alat uji elektrolit kami.
4. Air
sungai termasuk larutan non elektrolit karena lampu tidak menyala dan tidak
terdapat gelembung.
5. Urea
pada dasarnya termasuk elektrolit lemah, dan lampu tidak menyala serta ada
gelembung, namun hasil praktikum kami tidak ada gelembung. Mungkin terjadi
karena alat uji eletrolit kami masih kotor / belum netral.
6. Asam
cuka seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, namun hasil dari uji
larutan kami menunjukkan lampu tidak menyala, ini mungkin terjadi karena
kesalahan / kerusakan alat uji larutan.
7. Air
gula termasuk elektrolit lemah, lampu tidak menyala dan memiliki gelembung.
8. Etanol
(alkohol), lampu tidak menyala dan ada gelembung, termasuk elektrolit lemah.
9. Kristal
garam termasuk non elektrolit karena masih berupa kristal.
10. NaOH
seharusnya lampu menyala redup dan ada gelembung, akan tetapi hasil praktikum
kami menunjukkan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung. Ini mungkin
terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor atau bahkan salah.
11. Air
sumur termasuk larutan non-elektrolit karena lampu tidak menyala dan tidak
terdapat gelembung.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1.
Larutan NaCl yang dialiri arus listrik memiliki banyak
gelembung dan lampu menyala terang. Ini menunjukkan bahwa larutan NaCl termasuk
elektrolit kuat.
2.
larutan gula gejala yang timbul adalah tidak adanya gelembung
gas,dan lampu tidak menyala, sehingga larutan disebut larutan nonelektrolit.
3.
larutan asam cuka gejala yang timbul adalah gelembung sedikit
dan lampu menyala redup, sehingga larutan disebut larutan elektrolit lemah.
4.
Dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan dapat menghantarkan
listrik apabila larutan tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas, tapi
apabila ion-ion berbentuk rapat dan kuat, sehingga tidak dapat bergerak bebas
maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik. Arus listrik pada
kawat penghantar merupakan electron sedangkan arus listrik dalam larutan merupakan
aliran muatan (ion-ion) dan HCL merupakan contoh dari larutan elektrolit kuat.
Jawaban pertanyaan :
1.
Dari hasil percobaan, larutan manakah yang dapat menghantarkan
listrik dan yang tidak ?
-
Larutan yang dapat menghantarkan listrik : Hcl, air garam, air
sabun, air cuka, NaOH.
-
Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik : air sumur, kristal
garam, air sungai, larutan urea, alkohol, air gula.
2.
Apa ciri-ciri larutan yang memiliki daya hantar tinggi?
-
Bohlam dapat menyala
-
Terdapat banyak gelembung
3.
Apa ciri-ciri larutan yang memiliki daya hantar rendah?
-
Bohlam tidak dapat menyala
-
Tidak terdapat gelembung
4.
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
-
Adapun larutan elektrolit terdiri atas zat-zat elektrolit yang
dilarutkan ke dalam air dan terurai menjadi ion. Ion-ion tersebut bergerak
bebas (terionisasi). Dalam larutan, mereka berupa molekul yang bermuatan
listrik. Itulah sebabnya mengapa
larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.
5.
Apakah kesimpulan anda dari percobaan ini?
-
Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diambil keputusan bahwa :
1. Larutan
berdasarkan daya hantar listrik terbagi atas, larutan elektrolit dan
non-elektrolit.
2. Ciri
– ciri larutan elektrolit adalah adanya gelembung gas dan lampu menyala.
3. Ciri – ciri larutan non-elektrolit adalah
lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
4. Berdasarkan
kekuatan daya hantar listrik, larutan dapat dibagi atas, elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan non elektrolit.
DAFTAR PUSAKA
Endang dan Tarti.2013.Kimia
1.Solo:PT Wangsa Jatra Lestari
Parning,dkk.2007.Kimia
1.Jakarta:Yudhistira.
Khamidinal,dkk.2006.Kimia.Yogyakarta:PT
Pustaka Insan Madani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar